![]() |
Penyandang
disabilitas merupakan salah satu kelompok yang rentan terkena dampak Covid-19
baik secara langsung karena infeksi, maupun tidak langsung. Oleh karena itu,
penyandang disabilitas berhak di vaksin. Beberapa alasannya diantaranya: Hambatan dalam menerapkan langkah-langkah
kebersihan dasar. Misalnya bak cuci atau pompa air untuk mencuci tangan yang
tidak dapat diakses secara fisik. Kesulitan dalam memberlakukan jarak fisik
terutama orang yang membutuhkan bantuan fisik. Bergantung pada sentuhan untuk
mendapatkan informasi dari lingkungan, misalnya bagi tunanetra. Terbatasnya
akses informasi mereka mengenai Covid-19.
Tema Hari Disabilitas Internasional 2022 adalah "Transpormative solution for inclusive development: the role innovation in fuelling an accesible and equitable world" atau Solusi transfromatif untuk pembangunan inklusif: peran inovasi dalam mendorong dunia yang dapat diakses dan adil. Sejalan dengan tema ini, penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam akses pelayanan kesehatan.
Penyandang
disabilitas perlu dipertimbangkan untuk diberikan prioritas vaksinasi karena mereka
berisiko lebih besar terkena Covid-19, mereka berisiko lebih besar terkena
penyakit parah apabila terpapar Covid-19 dan berisiko lebih besar mengalami
kondisi kesehatan baru atau memburuk. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memperhatikan
hak dan akses penyandang disabilitas terhadap vaksin Covid-19.
Awal
bulan Juni 2021, pemerintah Indonesia mengumumkan memprioritaskan disabilitas
sebagai kelompok rentan selanjutnya untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Komitmen
untuk memprioritaskan vaksinasi untuk disabilitas harus diikuti dengan
penyelenggaraan vaksinasi yang inklusif dan proaktif. Dukungan pemerintah pusat
terkait percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk disabilitas telah terefleksikan
dalam berbagai kegiatan vaksinasi di rumah sakit dan vaksinasi massal di
berbagai daerah.
Kelompok
dissabilitas sendiri masuk pada sasaran masyarakat rentan yang dibagi menjadi
lima ragam: penyandang disabilitas sensorik, motorik, intelektual, mental, dan
ganda. Pengkategorian penyandang disabilitas lain adalah penyandang disabilitas
genetik dan non-genetik. Dengan mengetahui keberagaman ini kita bisa lebih
mengerti dalam memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan kondisi-kondisi yang
menyertai teman-teman penyandang disabilitas.
Di lansir nasional.kompas.com dari siaran pers di laman resmi covid19.go.id Kamis 9 Desember 2021, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Pemerintah sedang menggencarkan vaksinasi untuk wilayah terluar dan terpencil yang memiliki tantangan tersendiri untuk menjangkaunya. Oleh karena itu, Puskesmas Sirukam melakukan gerak cepat untuk menjangkau sasaran populasi khusus kelompok disabilitas.
Pelayanan
kesehatan di remote area sangat membutuhkan energi yang besar. Jalan
rusak dan berlumpur harus dilalui tim vaksinator menuju dusun-dusun terpencil. meski harus menempuh medan berat, tim vaksinator tetap semangat demi menjangkau
kelompok disabilitas dan upaya jemput bola ini bisa sampai ke Jorong
Kipek, Nagari Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok.
Hujan gerimis jum'at itu pukul 13.30 WIB kami menelusuri jalur perjalanan, tak jarang kami turun disaat mobil terperosok di jalan buruk, kami bersama-sama mendorong dari belakang dan berjalan sekitar 300 meter sambil menjinjing sepatu dan sandal, Setelah menempuh perjalanan 35 km yang di kelilingi hutan belantara yang rawan mengancam jiwa dengan waktu tempuh sekitar 3 jam, petugas akhirnya tiba di lokasi yakni di Jorong Kipek, Nagari Aie Luo, Kecamatan Payung Sekaki.
Pukul
17.15 WIB sore menjelang malam waktu setempat, lokasi vaksin di salah satu
ruangan kelas SD 04 Aie Luo, tanpa menunggu lama kami
mulai briefing untuk gerak cepat dengan personil Polsek Payung Sekaki
bersama dengan Kepala Jorong atau Ketua RT setempat serta kader-kader kesehatan
dan mulai bergerilya mengajak warga yang bersedia untuk di vaksin, bahkan
sampai ke ladang-ladang, bagi yang rumahnya jauh dari lokasi vaksinasi Pak
Babhinkamtibmas dari polsek menjemput menggunakan motor bersama pemuda
setempat. Dan bagi penyandang disabilitas kami mendatangi langsung ke rumah-rumah
dengan door to door.
Kearifan lokal Minahasa mengingatkan kita “Sitou Timou Tumou Tou” kita hidup untuk memanusiakan orang lain, bahu membahu memberikan yang terbaik untuk negeri.
dalam kondisi hujan warga antusias tiba sambil membawa kartu keluarga mereka langsung mendaftar di meja pendaftaran dan antri menunggu di panggil untuk di skrinning. Sambil senyum dan canda tawa satu per satu melewati meja pemeriksaan dan siap untuk menerima suntikan vaksin. Setelah itu petugas menyarankan istirahat di bagian observasi oleh tim KIPI.
Bergandengan tangan memastikan kehidupan panjang untuk semua
Vaksinasi pada Kelompok Disabilitas : Dokumentasi Pribadi"Mudah-mudahan vaksinasi ini salah satu upaya mencegah Covid-19” setelah menerima vaksin Rosti mengaku biasa saja, tidak merasa adanya keluhan apa pun.
Selama kegiatan vaksin, tercatat ada beberapa yang di tunda untuk di suntik karena memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
Minat warga tinggi untuk divaksin, beberapa kelompok disabilitas kelumpuhan, tuna netra telah mendapatkan vaksinasi, "kami merasa senang dan berterima kasih kepada petugas telah datang ke rumah". Ujar bu Rita warga desa setempat.
Upaya jemput bola ini sangat menyedot energi agar bisa mengejar sasaran kelompok disabilitas. Namun, kami tidak mengeluh dan putus asa dalam menjalankan tugas, kami selalu berpegang pada pepatah yang mengatakan “berat sama dijinjing, ringan sama di pikul” pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dilakukan bersama. Kekompakan inilah, kerja secara kolosal yang membuat kami tidak terasa lelah dalam menjalankan tugas.
Disisi lain ada orang yang bekerja dalam diam, bekerja di belakang layar yaitu Pak Pilot selaku ketua RT setempat, yang mengkoordinir kelompok disabilitas untuk mendapatkan vaksin. seperti yang beliau sampaikan ke masyarakat sebagai upaya persuasif, imunisasi ini merupakan upaya untuk membentuk kekebalan pada tubuh dan juga sebagai antisipasi bagi masyarakat baik yang keluar dari kampung maupun menerima tamu yang masuk ke kampung ini. Jadi, jika kita terpapar dari orang lain, kita tidak terlalu parah kesakitannya. Hal inilah yang membuat masyarakat semangat dan mengingatkan kepada teman keluarga maupun tetangga untuk di vaksin.
Anto peserta vaksinasi kelompok disabilitas juga mengatakan “"Saya melihat anak-anak di sekitar rumah, anak-anak yang mendapatkan vaksinasi jarang dapat sakit, dan jika mereka sakit, mereka cepat sehat dan saya percaya vaksin" Ujar Anto setelah mendapatkan vaksinasi. Selain itu, ia mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan dan selalu jaga kesehatan.
Tak
terasa waktu bergulir warga berdatangan dan yang selesai observasi pun
pulang ke rumah masing-masing, waktu telah menunjukkan pukul 22.00 WIB
malam warga sudah mulai sunyi dan kami merapikan barang-barang untuk persiapan
pulang.
Suasana hujan lebat kami mulai menginjakkan gas mobil untuk meinggalkan lokasi, jalan yang kami tempuh sangat licin yang membuat mobil ambulan sulit untuk mendaki, sehingga mobil yang kami tumpangi di tarik dengan tali baja oleh mobil double gardan milik Polsek.
Kami turun dan jalan kaki dalam cuaca hujan deras, banyak pacet atau lintah yang ikut menempel di betis dan punggung kaki dan kami sama sekali tidak terasa ada yang menempel, kemudian kami naik lagi disaat mobil sampai di jalan yang agak baik. Di mobil mulai terasa gatal-gatal di kaki, dan itu pacet atau lintah yang sudah menghisap darah di betis dan punggung kaki.
Berikut ini 4 manfaat imunisasi vaksin Covid-19 yang perlu kamu ketahui menurut Kementerian Kesehatan RI kemkes.go.id
1.
Vaksin Covid-19 Dapat Merangsang Sistem Kekebalan Tubuh dalam melawan
Virus Covid-19.
Vaksin
akan melawan virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. Antibodi yang
terbentuk pada tubuh Anda akan terlatih untuk mencegah dan melawan infeksi
Covid-19. Tentunya hal tersebut yang diharapkan terjadi pada tubuh Anda.
Dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid mengatakan, “Sebanyak 5% dari tenaga kesehatan yang divaksinasi lengkap dilaporkan terkonfirmasi COVID-19 pada periode April-Juni 2021. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19 pada periode Januari-Maret 2021 yang jumlahnya hanya 0.98%. Namun begitu, jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi lengkap yang harus dirawat jauh lebih rendah (0,17%) ketimbang mereka yang belum divaksinasi (0,35%). Hal ini menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap mutasi virus COVID-19.”
2.
Vaksin Covid-19 Dapat Mengurangi Risiko Penularan
Ketika disuntikkan vaksin ke dalam tubuh seseorang akan menyebabkan terangsangnya antibody dan mengenali virus yang telah dilemahkan. Tujuannya agar tubuh mengenali virus dan mengurangi risiko terpapar atau terinfeksi.
3.
Ketika tertular covid-19 dampaknya tidak berat
Perlu diketahui bahwa vaksin memang bukanlah obat yang menjadi penyembuh Covid-19. Namun, vaksin akan mencegah tubuh dari infeksi dan gejala penyakit Covid-19 yang jauh lebih serius, karena tubuh Anda kini punya sistem pertahanan tubuh yang lebih kuat.
4.
Vaksin Covid-19 Mendorong Tercapainya Herd Immunity
Vaksinasi
dalam jumlah yang besar di sebuah negara akan berpengaruh pada tercapainya herd
immunity. Tentunya ini akan meminimalisir risiko paparan dan mutasi dari virus
Covid-19, ini dapat dibuktikan dari hasil survei serologi nasional.
Ayo Vaksin Covid-19 untuk Mencegah Penularan..!
Sehatkan Keluarga dengan Vaksinasi Covid-19.










